SEMCO INFORMASI - Rabu 28 Agustus 2013
Social media, mobile, cloud, dan big data. Empat kata kunci ini
disampaikan oleh CEO VMware Pat Gelsinger akan menjadi tren yang
mendorong semua infrastruktur jaringan di seluruh dunia berevolusi
mengadopsi teknologi virtualisasi.
Menurutnya, keempat tren itu
tanpa disadari pengguna saling terkait dan telah menghadirkan gelombang
data yang begitu besar dimana semuanya dikendalikan oleh aplikasi yang
dioperasikan melalui ujung jari pengguna.
"Bayangkan jika semua
orang di dunia melakukan hal yang sama secara bersamaan. Ada jutaan
orang terkoneksi dalam aplikasi yang terhubung secara online," kata
Gelsinger di hadapan 21 ribu praktisi teknologi, pengambil keputusan,
analis, serta media termasuk
detikINET dalam keynote speech VMWorld 2013 di Moscone Convention Center, San Francisco, AS.
Aplikasi tersebut kemudian menjadi penghubung mulai akses dari
end-user, network,
storage, server, hingga data center. "Untuk apa kita bangun semua
jaringan ini? Apalagi kalau bukan untuk aplikasi. Dan dibangun untuk
siapa? Untuk Anda, karena Anda semua yang menjadi pemimpin di era mobile
cloud ini, master of the universe," masih kata Gelsinger.
Dengan
miliaran jumlah pengguna ponsel saat ini, dan dalam beberapa tahun ke
depan mayoritas akan menggunakan smartphone yang haus data besar,
otomatis kebutuhan media storage juga semakin besar.
"Keempat
tren ini yang akan membuat beban kerja TI perusahaan semakin berat dan
terus memerlukan upgrade demi menopang operasional bisnis. Namun di sisi
lain, biaya untuk infrastruktur tidak murah. Itulah sebabnya
virtualisasi dibutuhkan," ujar Gelsinger mulai berpromosi.
Dalam
keynote di hari pertama ini, Gelsinger sengaja memanfaatkan momen
tahunan kali ini untuk memperkenalkan sejumlah solusi teknologi
virtualisasi next-generation untuk Software-Defined Data Center (SDDC).
SDDC
ini merupakan teknologi baru untuk memperluas kekuatan virtualisasi
data center dimana IT benar-benar dimaksimalkan sebagai layanan (IT as a
Services). Solusi ini sendiri meliputi VMware NSX Platform, VMware
Virtual SAN, versi terbaru VMware vCloud Suite, dan VMware vShere 5.5.
Dari
sisi bisnis, SDDC memberikan keuntungan berupa penghematan total cost
of ownership alias biaya kepemilikan untuk enterprise yang fokusnya
bergeser dari capital expenditure (capex) menjadi operational
expenditure (opex). Dengan teknologi ini semua data center bisa
divirtualisasikan untuk menghemat biaya, mulai dari server, storage,
jaringan, hingga sekuriti.
"Kami akan terus memvirtualisasikan semua perangkat komputasi dan kami tak akan berhenti hingga semua server berganti menjadi
software-defined data center. Bukan hanya 70% atau 80%, tapi 100%," tandas Gelsinger.
Sumber : detik.com